BBPOM di Jakarta Edukasi Warga Papanggo Waspada Penyalahgunaan Obat
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menyelenggarakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk Waspada Peredaran dan Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Tiga jenis obat yang paling rawan disalahgunakan"
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena masih maraknya penyalahgunaan OOT yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
BBPOM di Jakarta Ajak Warga Jaksel Cerdas Memilih Obat"Ada tiga jenis obat yang paling rawan disalahgunakan, yaitu Tramadol, Triheksifenidil (Hexymer), dan Dekstrometorfan. Kemarin kita sosialisasikan kepada warga di Kelurahan Papanggo," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (24/4).
Sofiyani menjelaskan, penggunaan obat tersebut tanpa resep dokter dapat merusak organ tubuh hingga menyebabkan kematian. Selain itu, dampaknya juga dapat memengaruhi kondisi mental akibat overdosis serta memicu berbagai masalah sosial, seperti konflik dan tawuran.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pengurus RW, ibu rumah tangga, pedagang, serta karang taruna.
Ia menyebut, penjualan OOT kini telah merambah platform daring. Untuk itu, peran aktif masyarakat dalam pengawasan dinilai semakin penting. Warga pun didorong untuk melaporkan temuan mencurigakan melalui aplikasi BPOM Mobile.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menambahkan, masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
Ia mengajak warga untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum mengonsumsi produk obat maupun makanan.
"Mari kita menjadi masyarakat yang peduli terhadap keamanan obat dan makanan yang kita konsumsi," ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat tertentu serta mampu menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.
"Semoga kesadaran terhadap risiko penyalahgunaan OOT terus meningkat demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat," tandasnya.